Jumat, 15 November 2013

SEDIKIT TENTANG JOGJA



Wah tidak terasa klau saya sudah 1 tahun tidak di jogja, jogja adalah kota terindah dan terbaik yang pernah saya kunjungi, yang membuat saya kangen akan kota itu. Jogja terkenal dengan kota pendidikan,tidak salah dulu saya kuliah disana di salah satu universitas negeri disana.(hahaha pamer :) )
Tinggal  di Kota Jogja, membuat Saya wajib beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Namanya juga pendatang ya pasti saya harus beradapatasi, gimana seh diriku ini, hahahaha. Mulai dari bahasa yang digunakan sampai bertingkah laku di Masyarakat.
Tapi sialnya saya sudah beberapa tahun disana tetap saja saya tidak bisa bebicara bahasa bahasa daerah disana tapi klo orang sekitar berbica bahasa disana (bahasa jawa) saya ngerti Cuma itu dia untuk mengucapakanya itu saya tidak bisa, haahahha malu juga seh uda lama disana tapi g bisa ngomong jowo.
Yang tadinya gak pernah senyum ketemu orang, sekarang belajar senyum – yang tadinya cuek, sekarang belajar ramah – yang tadinya nyelonong saja kalau melewati orang yang lebih tua, sekarang belajar ngucapin punten atau sekedar menganggukkan kepala sambil senyum. Dulu pernah awal disana saya menggunakan style siapa loe siapa gw klo orang jakarata nyebutnya, saat itu di jalan habis makan saya berpapasan dengan orang tua disana, saya tidak menegor si bapak yang kebetulan rumahnya berdekatan dengan tempat kos saya, awalnya bapak itu diam saja. Nah besoknya saya lihat bapak itu didepan rumahnya sedang duduk sambil ngopi, ya uda saya bablas aj seperti biasa pas lewat depan rumah bapak itu, saya di panggil oleh si bapak dengan muka yang menyeramkan, awalnya terkejut ada apa ya, yaudalah santai aja saya ga buat masalah ko pikir ku.si bapak tadi langgu menceramai saya dan memberi tau kebiasaan orang disini klo berpapasan dengan orang yang lebih tua disini kamu harus menegor orang itu kata “si bapak” begitulah kebiasaan disini saling menghormati klo kamu menegor orang mereka akan balik menegor, sejak saat itu setiap ketemu orang yang lebih tua saya langsung menyapanya dengan senyum dan mereka membalasnya dengan senyum juga.saya berpikir jogja ini masih menam nilai nilai kesopanan, jadi klo anda pendatang disana ketemu orang langsung sapa saja memreka pasti membalasnya.Ketika awal-awal di Jogja saya sedikit khawatir dengan keramahan orang-orang yang belum Saya kenal sebelumnya saat bertemu. Karena dari kecil Saya selalu didoktrin dengan ungkapan-ungkapan “kewaspadaan” terhadap keramahan orang yang kita tidak kenal ataupun baru pertama kali kita kenal. Karena memang saat itu banyak sekali kasus penculikan ataupun modus pengedaran narkotika. Tapi ternyata, kehidupan di Jogja jauh berbeda dengan kehidupan dihalaman saya. Penduduk Asli Jogja memang terbukti ramah-ramah tanpa modus apapun, pantas saja kalau atmosfer kota Jogja tuh nyaman, adem ayem dan juga tentrem gituuJogja memang istimewa, Sob.
Yogyakarta, ada banyak kisah yang tersirat ketika kita mendeskripsikan Kota ini. Mulai dari suasana negerinya, keramahan penduduknya, makanan khasnya, bahasanya, objek wisatanya, juga budayanya, ya semua ituh yang bikin Saya betah di kota ini. Jogja sudah banyak mengajari Saya akan banyak hal, mulai dari kepatuhan , kesederhanaan hidup, kesetiaan diri pada pengabdian, bertata krama, sadar akan perbedaan, dan juga mencintai alam-budaya. Semua itu Saya peroleh di Kota ini, terimakasih Jogja..

Sekian dulu bahas sedikit tentang jogja kapan kapan saya berbica tentang wisata jogja yang klo saya tidak kalah menarik dengan bali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar