Wah tidak terasa klau
saya sudah 1 tahun tidak di jogja, jogja adalah kota terindah dan terbaik yang
pernah saya kunjungi, yang membuat saya kangen akan kota itu. Jogja terkenal
dengan kota pendidikan,tidak salah dulu saya kuliah disana di salah satu
universitas negeri disana.(hahaha pamer :) )
Tinggal di Kota Jogja, membuat Saya wajib beradaptasi
dengan lingkungan sekitar. Namanya juga pendatang ya pasti saya harus
beradapatasi, gimana seh diriku ini, hahahaha. Mulai dari bahasa yang digunakan
sampai bertingkah laku di Masyarakat.
Tapi sialnya
saya sudah beberapa tahun disana tetap saja saya tidak bisa bebicara bahasa
bahasa daerah disana tapi klo orang sekitar berbica bahasa disana (bahasa jawa)
saya ngerti Cuma itu dia untuk mengucapakanya itu saya tidak bisa, haahahha
malu juga seh uda lama disana tapi g bisa ngomong jowo.
Yang tadinya
gak pernah senyum ketemu orang, sekarang belajar senyum – yang tadinya cuek,
sekarang belajar ramah – yang tadinya nyelonong saja kalau melewati
orang yang lebih tua, sekarang belajar ngucapin punten atau sekedar
menganggukkan kepala sambil senyum. Dulu pernah awal disana saya menggunakan
style siapa loe siapa gw klo orang jakarata nyebutnya, saat itu di jalan habis
makan saya berpapasan dengan orang tua disana, saya tidak menegor si bapak yang
kebetulan rumahnya berdekatan dengan tempat kos saya, awalnya bapak itu diam
saja. Nah besoknya saya lihat bapak itu didepan rumahnya sedang duduk sambil
ngopi, ya uda saya bablas aj seperti biasa pas lewat depan rumah bapak itu,
saya di panggil oleh si bapak dengan muka yang menyeramkan, awalnya terkejut
ada apa ya, yaudalah santai aja saya ga buat masalah ko pikir ku.si bapak tadi
langgu menceramai saya dan memberi tau kebiasaan orang disini klo berpapasan
dengan orang yang lebih tua disini kamu harus menegor orang itu kata “si bapak”
begitulah kebiasaan disini saling menghormati klo kamu menegor orang mereka
akan balik menegor, sejak saat itu setiap ketemu
orang yang lebih tua saya langsung menyapanya dengan senyum dan mereka
membalasnya dengan senyum juga.saya berpikir jogja ini masih menam nilai nilai
kesopanan, jadi klo anda pendatang disana ketemu orang langsung sapa saja
memreka pasti membalasnya.Ketika awal-awal di Jogja saya sedikit
khawatir dengan keramahan orang-orang yang belum Saya kenal sebelumnya saat
bertemu. Karena dari kecil Saya selalu didoktrin dengan ungkapan-ungkapan
“kewaspadaan” terhadap keramahan orang yang kita tidak kenal ataupun baru
pertama kali kita kenal. Karena memang saat itu banyak sekali kasus penculikan
ataupun modus pengedaran narkotika. Tapi ternyata, kehidupan di Jogja jauh
berbeda dengan kehidupan dihalaman saya. Penduduk Asli Jogja memang terbukti ramah-ramah
tanpa modus apapun, pantas saja kalau atmosfer kota Jogja tuh nyaman,
adem ayem dan juga tentrem gituu – Jogja memang istimewa, Sob.
Yogyakarta,
ada banyak kisah yang tersirat ketika kita mendeskripsikan Kota ini. Mulai dari
suasana negerinya, keramahan penduduknya, makanan khasnya, bahasanya, objek
wisatanya, juga budayanya, ya semua ituh yang bikin Saya betah di kota
ini. Jogja sudah banyak mengajari Saya akan banyak hal, mulai dari kepatuhan ,
kesederhanaan hidup, kesetiaan diri pada pengabdian, bertata krama, sadar akan
perbedaan, dan juga mencintai alam-budaya. Semua itu Saya peroleh di Kota ini,
terimakasih Jogja..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar